Thursday, April 28, 2016

SEDEKAH PENYEJUK JIWA




“Perumpamaan ( nafkah yang dikeluarkan oleh ) orang orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah ( untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiah dan sebagainya ) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan ( pahala ) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha luas ( karunia Nya) lagi Maha mengetahui “(Q.S. Al Baqarah 261)
Infak atau sedekah terasa berat bagi yang tidak biasa, menurutnya dengan bersedekah berarti menjadi berkurang hartanya, ini bila berfikir atas dasar matematika belaka !. Matematika memang jelas dan nyata hitungannya karena berdasar logika.


SANGAT BEDA
Namun beda ketika berbicara tentang sedekah dari kaca mata agama, karena bersumber dari Yang Maha Tahu segala rahasia. Bukankah sedekah berkaitan erat dengan jiwa, berawal dari jiwa yang tulus dan ikhlas inilah ia rela menyedekahkan sebagian hartanya demi menggapai pahala yang akan diterimanya, disini letak rahasianya !. Karena ia yakin kalkulasi yang berkelipatan sebagaimana yang dijanjikan. Kalkulasi kelipatan yang dijanjikan Allah minimal lipat 10, sampai 700 kali lipat, bahkan bisa lebih menurut kehendak Nya, karena Allah Maha luas Karunia Nya !.        
    
BERKAITAN DENGAN JIWA
Karena lemahnya manusia hanya tahu hal hal yang nyata saja, sangat lemah pada hal hal ghoib yang penuh rahasia, lebih lebih yang menyangkut masalah jiwa. Padahal pada jiwa inilah yang menentukan sikapnya : Sedih, resah, susah, kecewa, lega, puas, bahagia dan sebagainya.
Padahal sedekah berkaitan erat dengan jiwa : Orang bakhil sangat berat mengeluarkan hartanya, terlalu banyak perhitungan, karena baginya dengan memberi harta akan berkurang adanya, padahal untuk mencarinya saja dibutuhkan waktu, tenaga dan fikiran  : “Sedekah sama halnya membuang harta dengan percuma, sia sia, enak aja,  mencarinya saja dengan susah payah ! “, kira kira demikianlah yang terprogram  dibenaknya.


JIWA TAK TENANG
Dengan demikian jiwanya selalu mencekam, tiap mengeluarkan harta selalu diperhitungkan, harta boleh keluar bila menguntungkan, bila tidak nanti dulu !, dengan demikian dalam jiwanya tidak ada rasa belas kasihan, jauh dari kasih sayang. Jiwanya selalu tegang, penuh rasa curiga, sehingga tiap orang yang datang membuat jiwanya resah, was was, penuh kekhawatiran : “ Jangan jangan mau minta sumbangan, jangan jangan mau hutang, jangan jangan mau minta bantuan “.
Bakhil juga membuat jadi egois, mau enak sendiri, tidak perduli pada penderitaan sesama, dengan demikian membuat orang jadi tidak simpati, karena maunya enak sendiri, berakibat orang sama menjauhi.             


BEBAS DARI RASA KHAWATIR DAN SEDIH
Beda dengan yang suka bersedekah dengan ikhlas, tanpa menyebut dan menyakiti pada yang diberi, mereka dibalas dengan pahala, dijamin dari kekhawatiran bebas dari rasa sedih.
“Orang orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati “.  ( Q.S. Al Baqarah 262 ).
Menafkahkan harta tanpa menyebut nyebut itu ikhlas artinya, orang yang ikhlas pertanda jiwa yang sehat, karena baginya membantu, menolong membuat jiwanya jadi puas dan lega, karena dia sangat faham akan pahala yang bakal diterimanya. Dengan demikian jiwanya makin puas dan nikmat rasanya.  


LENYAP TANPA BEKAS
Sebaliknya bagi orang yang tidak ikhlas dalam bersedekah, dengan menyebut nyebut harta yang telah disedekahkannya, sehingga membuat si penerima jadi sakit hatinya. Ini akibat bila hati tak sehat, tidak ikhlas sehingga berakibat pahala sedekahnya menjadi lenyap.

“Hai orang orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut nyebutnya dan menyakiti ( perasaan si penerima ), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, kemudian menjadilah dia bersih ( tidak bertanah ), mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang orang yang kafir “.  (Q.S. Al Baqarah 264).


JIWA TEGUH DAN MANTAP
Dengan menginfakkan harta demi mencari ridlo Allah, jiwanya menjadi makin teguh, tidak goyah, tidak khawatir, tidak resah, artinya jiwanya makin tenang bagai kebun didataran tinggi yang menghasilkan buah berlipat ganda. 
“Dan perumpamaan orang orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha melihat apa yang kamu perbuat “. (Q.S. Al Baqarah 265).


SETAN MEMBUJUK
Bukan setan bila tak pandai merayu dan menipu,  ditakut takutinya manusia agar bersifat bakhil agar tidak jatuh miskin. Padahal dengan bersedekah Allah menjanjikan ampunan dan karunia (pahala dan keberkahan).
“Syaitan menjanjikan ( menakut nakuti ) kamu dengan kemiskinan dan memerintah kamu berbuat kejahatan ( kikir ), sedang Allah menjadikan untukmu ampunan dari pada Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas ( karunia Nya ) lagi Maha Mengetahui ". ( Q.S. Al Baqarah 268).


KISAH PEMBAWA DERITA
Suatu kisah terjadi di sebuah kota, dimana hidup seorang sarjana yang berkutat dibidang kedokteran, dengan sederet titel disandangnya, memang dia seorang yang haus ilmu, suka menghadiri seminar dan semacamnya, namun bakhilnya na’udzu billah. Memiliki rumah puluhan jumlahnya, anehnya kendaraan ia tak punya saking hematnya.
Kesemua rumah dikontrakkannya, padahal banyak saudaranya yang pada belum punya rumah. Akibat kebakhilannya sekarang kesehatannya menurun, tertatih tatih jalannya, dibantu sebuah tongkat yang selalu setia menemaninya, padahal ia berkutat dibidang kesehatan. Begini akibat bila rizki tidak barokah, karena selalu berfikir rasional tanpa mengindahkan aspek kejiwaan, aspek keimanan !.


DIANUGERAHI HIKMAH
Di akhir ayat  (surat Al Baqarah) yang membahas tentang infak, Allah mengaitkan dengan hikmah, yang memperoleh hikmah berarti dianugerahi karunia yang banyak !. Bahkan dikaitkan pula dengan akal, artinya hanya yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah, dengan kata lain orang yang bakhil berarti orang yang tidak dapat menggunakan akalnya dengan baik dan benar !.

“ Allah menganugerahkan Al Hikmah ( kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah ) kepada siapa yang dikehendaki Nya. Dan barang siapa yang dianugerahi hikmah, ia benar benar telah dianugerahi karunia yang banyak. dan hanya orang orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah) ". (Q.S. Al Baqarah 269)


NARKOBA BERBAHAYA, JANGAN COBA COBA !


“Hai orang orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu) “. ( Q.S. Al Maidah 90-91 )

Begitu jelas dan tegas peringatan Allah tentang minuman keras, namun karena kurangnya memperhatikan tuntunan agama, banyak yang terperangkap ajakan setan !. Karena besarnya bahaya khamr Allah memerintahkan menjauhinya : “ .....Maka jauhilah perbuatan perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan .....“. Dengan kata lain bila ingin beruntung hendaklah menjauhi khamr. 

MENGKHAWATIRKAN DAN MEMBAHAYAKAN !

Saat ini di negara kita kasus narkoba makin marak, baik pengguna, pengedar, korban, maupun beritanya. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun. Kita jadi miris dan khawatir dibuatnya, betapa tidak ?!. Negara yang katanya berke Tuhanan dan berdasar hukum, ternyata sangat sangat lemah menangani narkoba !, sehingga “ menjadi lahan dan sasaran empuk bagi pengedar dan bandarnya “.

IRONIS

Namun karena lemahnya penanganan, peredaran narkoba kian marak!!!. Yang mengherankan dalam penjara (lapas) bisa menikmati Narkoba, bahkan .......bossnya bisa mengendalikan jual beli di balik jeruji besi penjara, luar biasa fatal !!!. Betapa aneh, namun itulah kenyatannya !. Kasihan generasi kita, akan jadi apa di masa depannya ?.       

SEMUA CIPTAANNYA TIDAK SIA SIA

Sebenarnya Allah menciptakan segala sesuatu ada hikmah dan manfaatnya, tiada sesuatu yang diciptakan Nya sia sia.
“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah, yang demikian itu adalah anggapan orang orang kafir. Maka celakalah orang orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka “. ( Q.S. Shaad 27 )
Demikian pula halnya dengan narkoba, Allah menciptakan pasti ada manfaatnya !. Hanya masalahnya bagaimana cara menggunakan atau memanfaatkannya.

NARKOTIKA

Narkotika berasal dari bahasa Inggris "narcotics" ( obat bius ), berasal dari 3 jenis tanaman Papaper Somniferum (Candu), Erythroxyion coca (kokain), dan cannabis sativa (ganja). Cara kerjanya mempengaruhi susunan syaraf sehingga membuat mati rasa.

NARKOBA

Narkoba singkatan dari  “narkotika dan obat berbahaya“. Atau Napza “narkotika, psikotropika dan zat adiktif“. Narkoba merupakan senyawa yang memiliki resiko kecanduan bagi penggunanya. Adapun macam nya yaitu :
1. Ganja : Berbentuk daun kering, dikonsumsi dibuat rokok.
2. Heroin : Berbentuk kristal putih. Kokain : Berbentuk serbuk.

MANFAAT

“Mereka bertanya kepadamu tentang khmar dan judi. Katakanlah : " Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya ........".  (Q.S. Albaqarah 219)

Disatu satu sisi narkoba sangat berbahaya, namun disisi lain ada manfaat dan berguna dalam ilmu kedokteran dan pengobatan. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya senyawa psikotropika yang biasa dipakai “ membius pasien saat hendak dioperasi atau obat obatan untuk penyakit tertentu “.
Nah disinilah letak manfaat narkoba, bila digunakan sebagaimana keperuntukannya, sehingga pasien tidak kesakitan ketika di operasi. Bayangkan waktu narkoba belum diketemukan, ketika operasi pasien pada menjerit kesakitan, bahkan sampai jatuh pingsan. Nah sekarang pasien yang di operasi tidak lagi kesakitan, berkat narkoba ciptaan Yang Maha Rahman.

PENYALAH GUNAAN NARKOBA

Namun kini narkoba disalah gunakan di luar peruntukan, bahkan dosisnya berlebihan, sehingga banyak menelan korban jiwa yang sia sia !!!. Narkoba banyak diperdagangkan karena keuntungan yang ditawarkan sangat menggiurkan.

HIKMAH TUNTUNAN AGAMA
Berkat Kemurahan Nya diberinya tuntunan kepada manusia berupa agama, dengan agama agar manusia mengenal yang baik dan menjauhi kemunkaran sebagaimana firman Nya :
“...... Yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk .......”. (Q.S. Al A’raaf 157)
Dengan demikian jelas bahwa dengan agama, manusia dibimbing kepada kebaikan, ke jalan yang benar sehingga membawa kebaikan, keselamatan dunia dan akherat.

PENGERTIAN KHAMR

Khamr menurut bahasa berarti  “penutup”, berasal dari kata Khamara  (menutupi). Artinya dengan mengkonsumsi khamr bisa menutupi akal fikiran dari kebenaran. Dengan demikian narkoba dapat dikatagorikan khamr, karena efeknya sama : Memambukan, ketagihan dan menimbulkan kerusakan terhadap kesehatan.

EFEK YANG DITIMBULKAN

Narkoba bisa menimbulkan efek :
1. Halusinogen : Berhalusinasi “ melihat sesuatu berbeda dari  yang sebenarnya “.
2.  Stimulan : Efek yang mengakibatkan kerja organ tubuh (jantung dan otak) terpacu lebih cepat, berakibat pengguna lebih bertenaga dan cenderung membuat “lebih senang dan gembira sementara waktu“.
3. Depresan : Menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsi tubuh, sehingga pemakai “merasa tenang dan tertidur tidak sadarkan diri“.
4. Adiktif : Menimbulkan kecanduan, sehingga pengguna cenderung bersifat pasif (karena memutuskan syaraf otak).
5. Berakibat fatal : Jika sudah ketagihan dan lama menkonsumsi narkoba, organ tubuh akan rusak yang berakhir pada kematian.
  
HUKUM KHAMR

Karena narkoba memiliki tanda dan akibat yang sama dengan khamr, maka “ menyalah gunakan narkoba hukumnya haram !!! “. Termasuk pengguna, pengedar, pemasok, penjual, apalagi bandarnya.
Berdasar firman Allah dan hadits Nabi s.a.w. :
“.....Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang orang yang berbuat baik “. (Q.S. Al Baqarah 195)    
Rasulullah s.a.w. bersabda : 
“Setiap yang memabukkan adalah khamr dan setiap khamr adalah haram ”. (H.R. Muslim)

MENGAPA NARKOBA SULIT DIBERANTAS ?

Yang jelas karena lemah dan tidak tegasnya dalam menjatuhkan sanksi hukum, sehingga peredaran narkoba makin marak !. Na’udzu billah. Untuk itu aparat hukum harus tegas dalam menindak pelaku terutama terhadap anggotanya yang terlibat kasus penyalagunaan narkoba. Pelaku yg terbukti terlibat dalam produksi , pengedar maupun pemakai harus dihukum seberat-beratnya bila perlu ancaman hukuman mati karena merusak masa depan bangsa.

Selain itu Pemerintah juga harus lebih aktif lagi memberi penyuluhan2 tentang bahaya narkoba di tingkat sekolah, tempat hiburan, stasiun maupun bandara dsb.




Wednesday, April 27, 2016

BERATNYA RESIKO DIAKHIRAT AKIBAT BUNUH DIRI



"Hai anak-anakku, pergilah kamu maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir ". ( Q. Yusuf 87 )

Mendengar kata bunuh diri, membuat bulu kuduk jadi berdiri, betapa tidak tubuh yang dirawat dan dijaga setiap hari, diberi makan dan minum agar sehat dan bermanfaat ini, hanya dengan cepatnya diahiri dengan cara bunuh diri. Mengapa dengan cepatnya mengambil jalan pintas diluar akal sehat, dengan mudahnya memutuskan sikap fatal senekat ini ?. Bukankah masih banyak jalan bisa dicari, sebagai solusi, namun mengapa masih nekat mengambil keputusan drastis dengan cara bunuh diri, apakah tak memikirkan akibatnya dikemudian hari !.

KEPUTUSAN FINAL YANG FATAL
Pelaku yang mengambil cara nekat dan fatal dalam mengambil keputusan,  beranggapan bahwa dengan mengambil jalan pintas, berkeyakinan akan bisa terlepas dari persoalan, akan terbebas dari semua penderitaan ?!. Dia lupa bahwa didunia saja akan membuat keluarga yang ditinggalkan akan merasa malu dan menanggung susah berkepanjangan. Apalagi kelak pada kehidupan dihari kebangkitan, deritanya makin berkepanjangan.

TAK TAHAN MENYANGGA BEBAN
Hidup tidak musti mulus seperti yang dibayangkan, pasti ada saja halangan, ini yang perlu difahami dan dicamkan, karena hidup memang dirancang demikian. Ada kaya kaya ada miskin, ada sehat ada sakit, ada untung ada rugi, ada sukses ada gagal, ada perkawinan ada perceraian, ada susah ada senang, ada hidup ada mati dan seterusnya, jadi hidup ada dinamikanya !. Beda dengan kehidupan Syurga yang hanya dihiasi dengan kesenangan saja, buah akibat karena dapat menguasai ujian kehidupan dunia.
Bagi yang tak faham dinamika ini, penderitaan yang dialami, tak bisa mencari solusi, sehingga dengan cepatnya mengahiri, dengan cara : minum racun,  menghunjamkan pisau,  menggantung diri, bahkan cara yang paling nekat ahir ahir ini dengan cara membakar diri. Memang sulit dinalar dengan akal sehat, betapa beraninya melakukan aksi nekat ini, bukankah terasa tersiksa dan sakit sekali !, namun mengapa masih berani, padahal ada yang tidak mati !.
Disini bisa diambil kesimpulan sebagai penyebabnya, pada umumnya karena pelaku tak kuat menyangga beban jiwanya yang sangat tertekan dan menderita, diantara penyebabnya adalah karena :                                 
1. Rasa hawatir dan takut dililit hutang yang tak sanggup dibayarnya.
2. Rasa hawatir dan takut ditimpa kerugian yang tak kunjung habisnya.
3. Rasa hawatir dan malu karena diberhentikan dari pekerjaan.
4. Rasa kecewa dan takut karena ditinggal mati orang yang dicintainya.
5. Rasa kecewa karena sakit yang tak kunjung sembuhnya.
6. Rasa kecewa dan malu yang selalu membebani, akibat hamil  sebelum nikah, ditambah lagi ditinggal sang pacar yang   menghamilinya.
7. Rasa sesal dan kesal karena perbuatan dosa yang selalu  membayanginya.

AKIBAT LUPA PERINGATAN               

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".  (Q. S. Thoha 124)

Orang yang lupa pada peringatan Al Quran, akan mengalami kebingungan, hidupnya jadi tak nyaman, karena tak tahu kemana arah tujuan, sehingga himpitan hidup yang dialaminya tak tahu kemana harus diarahkan, beban jiwa yang semestinya merupakan ujian dihadapinya dengan rasa hawatir, kalut, takut, malu, kecewa tak berkeputusan, kasihan. Ahirnya mengambil jalan pintas yang menyengsarakan !.   
Beda dengan yang tahu jalan, yang hidupnya selalu disandarkan pada ajaran dan peringatan, sehingga terarah dan tak kebingungan, karena misteri hidup hanya Allah yang Maha tahu cara mengarahkan. Maka beruntunglah yang selalu mau berpegang, pada ajaran yang telah dituntunkan.

RESIKO DIAHERAT
Betapa beratnya resiko diaherat akibat bunuh diri, siksa akan ditimpakan berulang kali, dengan cara seperti yang dilakukan ketika bunuh diri.
"Dari Abu Hurairah r.a. katanya : Bersabda Rasulullah s.a.w. :
"Barang siapa yang membunuh diri dengan barang tajam, maka barang itu jualah yang akan ditusukkan keperutnya didalam api neraka kelak, ia akan menetap disana selamanya. Dan barang siapa yang membunuh diri dengan mempergunakan racun, maka racun itu jualah yang akan diteguknya didalam api neraka, dimana ia akan menetap selama lamanya. Dan barang siapa membunuh diri dengan dengan menerjunkan diri dari gunung atau tempat yang tinggi, maka dari sana pulalah ia akan menerjunkan diri didalam api neraka, dimana ia akan menetap selama lamanya ".   ( H.R. Muslim )
Bila tahu ancaman siksa bagi yang bunuh diri, tentu akan berfikir ribuan kali, lebih baik ujian dihadapi, daripada kelak merima adzab dihari kebangkitan nanti.

HIDUP ADALAH UJIAN
"Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : " Kami telah beriman ", sedang mereka tidak diuji ". ( Al Ankabut 2 )

Hidup memang penuh liku liku dan hambatan, harus dihadapi dengan tabah, tenang dan penuh kesabaran. Karena pada hakekatnya hidup adalah ujian, ini kata kuncinya bagi yang faham. Sehingga apapun yang terjadi tak akan kaget,  kelabakan dan kebingungan, karena jiwanya sudah siap, tahu dan faham akan romantika kehidupan. Ujian ada yang baik ada yang tak mengenakkan.
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan ". (Q.S.Al Anbiya 35)

BERAMAL SHOLIH BERLANDASKAN IMAN
Satu satunya resep agar jiwa tetap tegar, tak hawatir dan tak bersedih hati dalam menghadapi berbagai persoalan, hanya kembali pada iman, disertai melaksanakan kebaikan, dan tetap melaksanakan sholat sebagai kewajiban, dan selalu bersikap dermawan, karena memang demikian menurut yang Menciptakan.   
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan    amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati ". (Q.S. Al Baqoroh 277)

IMAN SEBAGAI LANDASAN
Dengan didasari iman, jiwa akan mantap dan tenang, karena punya sandaran, dan merasa tiap prilakunya merasa diawasi dan dicatat Tuhan, sehingga ada tumpuan yang bisa diharapkan, berupa pahala dan ampunan kelak dihari pembalasan, dengan demikian jiwanya merasa tentram.
    
AMAL SHOLIH
Jiwa yang dilandasi iman akan membuahkan sikap yang cenderung dan selalu berbuat kebaikan, dengan berbuat kebaikan jiwa akan puas dan senang, karena memang demikian fithrah jiwa menurut Al quran. Semakin banyak berbuat kebaikan, iman akan meningkat tajam, sebaliknya akan berkurang bila suka pada kemaksiatan.

MENEGAKKAN SHOLAT
Dengan melaksanakan sholat 5 waktu sehari semalam, berarti jiwa akan senantiasa menghadap pada Sang Penciptanya, memang jiwa punya fithrah tenang bila diajak mengingat Nya. Maka dengan sholat berarti tidak akan lengah, karena selalu menghadap pada waktunya. 

BERSIKAP DERMAWAN
Tidak hanya beriman, amal sholih dan sholat saja, namun jiwa diingatkan agar selalu bersikap dermawan, dengan menunaikan zakat atau shodaqoh kepada yang membutuhkan, jiwa yang sehat adalah yang suka bersikap memberi dan tak suka menengadahkan tangan. Dengan demikian jiwa akan merasa puas dan tenang, karena telah ikut meringankan beban yang kesusahan.

BERPAHALA, JAUH DARI RASA TAKUT DAN KHAWATIR
Bila iman sudah jadi landasan, amal sholih jadi kebiasaan, sholat tetap ditegakkan, dan selalu bersikap dermawan. Maka balasan pasti akan diberikan, berupa pahala dan ampunan. Dengan demikian maka jiwa akan merasa tenang, tidak sedih, tak akan merasa hawatir apalagi ketakutan.