Monday, April 25, 2016

MENOLAK BALAK MENURUT TUNTUNAN ISLAM MEMBUAT JIWA JADI TENANG



"jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki Nya di antara hamba hamba-Nya dan Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ". ( Q.S. Yunus 107 )

Tiap orang pasti menginginkan hidup mulus tanpa halangan, tanpa rintangan. Berbagai cara ditempuh agar hidupnya aman tanpa aral melintang, ada yang pakai mantra, jimat, dan gaman (senjata pusaka), dengan harapan sebagai penangkal musibah yang bakal datang.
Menurut kepercayaan jawa, anak tunggal (ontang anting) , anak putri yang diapit 2 bersaudara lelaki (sendang kapit pancuran), atau sebaliknya (pancuran kapit sendang), harus diruwat agar hidupnya tidak sial atau meninggal.

Pada umumnya acara ruwataan dilaksanakan pada bulan suro, dengan menggelar wayang kulit lakon (cerita) betoro kolo dan selamatan, diiringi pemotongan rambut sebagai pembuang sangkal, penolak balak / sial, bahkan guna menghemat biaya yang cukup mahal, diupayakan dengan cara ruwatan masal.
Ketika kami berkunjung kesalah seorang kenalan, pada dinding diatas pintu bagian dalam, tertempel daun lontar yang dibentuk semacam palang, ketika kami tanya apa guna benda tersebut alasannya sebagai penolak balak, katanya benda tersebut hanya buatan sendiri. 
Jika ditanya apa yang menjadi alasan keyakinannya, jawabannya pasti karena menuruti adat orang tua dan nenek moyangnya, agar selamat, apa salahnya menurut nasehat orang tua.  Bahkan ada yang memakai bahasa agak lebih halus lagi dengan alasan melestarikan budaya.

RUJUKAN YANG LEMAH
Bila dianalisa, faham dan ritual tersebut sulit diterima akal, bahkan sangat lucu dan menggelikan. Apalagi ditinjau dari segi keyakinan sangat rapuh dan lemah, karena hanya berdasar pada apa kata orang tua dan nenek moyang. Bukan dari tuntunan !.

KEPERCAYAAN BERDASAR IKUT IKUTAN
"Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji mereka berkata: "Kami mendapati nenek moyang Kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh Kami mengerjakannya." Katakanlah: "Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji." mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? ".  ( Q.S. Al A'raaf  28 )

Keyakinan ini jelas didalangi setan yang berusaha menjerumuskan, agar manusia semakin jauh dari ajaran Tuhan. Bahkan kelak akan masuk kedalam neraka jahannam, karena melakukan kemusyrikan. Kepercayaan semacam ini sangat lemah, karena tak mempunyai dasar, apalagi mengambil pelindung selain Allah Yang Maha Kuasa, berlindung kepada sesuatu yang tak punya kekuatan.

KEYAKINAN YANG LEMAH
"Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. dan Sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui ". (Q.S. Al Ankabut  41)

Rumah laba laba adalah rumah yang sangat lemah, tak kokoh dan tak tahan lama, ini cara Allah mendidik dan mengingatkan akan kepercayaan yang rapuh, karena minta perlindungan selain Allah.
"Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu ". ( Q.S. Al Ankabut 43)

TIPUAN SETAN
"Syaitan itu memberikan janjip janji kepada mereka dan membangkitkan angan angan kosong pada mereka, adahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka ". ( Q.S. An Nisaa 120 )

Bukan syaitan bila tak pandai menipu dan menyesatkan, dibisikkan pada manusia janji dan angan angan, agar manusia terjebak melakukan perbuatan yang jauh dari tuntunan, dengan melaksanakan upacara yang jauh menyimpang, sehingga terjerumus kedalam kemusyrikan
Banyak umat Islam terjebak dengan upacara upacara yang jauh menyimpang dari ajaran agama, ini karena imannya yang lemah, sehingga dengan amat mudahnya terlena. Bahkan terjerumus dengan bermacam dalih yang membahayakan, dengan alasan melestarikan budaya, begitu licin dan halusnya bisikan setan, yang terdiri dari jin dan manusia.
"yang membisikkan ( kejahatan ) kedalam hati manusia, dari ( bangsa ) jin dan manusia ". ( Q.S. An Naas 5-6 )

Menolak balak dengan memakai jimat, gaman, mantra, ruwatan masal, melarung sajian (mengirim makanan kelaut agar selamat), sedekah bumi dan sebangsanya, jelas tergolong perbuatan musyrik, karena memohon selamat tidak langsung kepada Allah, apalagi dengan cara diluar tuntunan. 

JEBAKAN SETAN
Dengan melaksanakan acara tersebut berarti sudah masuk kedalam jebakan setan, sesuai dengan misinya agar segenap manusia dipermukaan bumi tersesatkan.
"iblis berkata: " Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, . kecuali hamba hamba Engkau yang mukhlis  (ikhlas) di antara mereka ". ( Q.S. Al Hijr 39 – 40 )

KEMBALI KE TAUHID
Oleh karena itu hati hati dan pertahankan kepercayaan dengan benar, jangan tercampur kepercayaan lain yang bertentangan dengan keimanan, jangan sampai tertipu dan terperosok masuk kedalam golongan yang menyekutukan Tuhan ( musyrik ) !.
Dan (aku telah diperintah): "Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu Termasuk orang orang yang musyrik ". ( Q.S. Yunus 105 )      
Meminta selamat, menolak balak dengan melaksanakan ritual yang menyimpang dari ajaran Tauhid (Mengesakan Allah) sama halnya menyembah atau mempercayai sesuatu yang tak memberi manfaat, apalagi memberi mudharat.

ALLAH MAHA SEGALANYA
Ingat hanya Allah Dzat yang Maha Kuasa yang dapat memberi manfaat dan mudharat, perhatikan dan cermati firman Allah pada pendahuluan.
Dari firman diatas jelas, yang dapat menghilangkan mudharat dan memberi kebaikan hanyalah Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, akankah masih mencari perlindungan kepada yang lain, kurang yakinkah pada kekuasaan Allah ?!, disinilah kekuatan iman diuji.
Tinggal memilih apakah masih menganggap Allah sebagai Tuhan yang Maha Esa dan maha Kuasa, ataukah Allah masih diberi pendamping lain, Na'udzu billaahi min dzaalik. Bukankah Allah sudah menegaskan, bahkan ketika sholat kadang juga dibaca  :

TEMPAT BERGANTUNG
" Katakanlah : " Dia lah Allah, yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada Nya segala sesuatu ". ( Q.S. Al Ikhlas  1 – 2 )

Jika masih menginginkan hidup selamat didunia dan akherat, hendaklah buang jauh jauh keyakinan yang tak berdasar tersebut, dan segeralah istighfar (memohon ampun) bila pernah melakukan, dan segera kembali ke ajaran Islam secara utuh, sayangkan iman bila tercampur dengan kemusyrikan !!!.

MENANGKAL MUSIBAH MENURUT TUNTUNAN
1. Membaca bacaan dibawah ini 3X tiap pagi dan sore
Dari 'Utsman bin 'Affan r.a. berkata Rasulullah s.a.w. bersabda : " Seseorang yang bila memasuki waktu pagi dan sore selalu membaca :

بِسْمِ اللّٰهِ الَّذِيْ لَايَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْ ءٌفِى الْأَرْ ضِ وَلَافِى السَّمَاءِ وَهُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Bissmillah hilladzii laa yadhurru ma’as mihi syaiun fil ardhi wa laa fisamaa i wahuwas samii ‘ul’alim
(dengan menyebut asma allah yang dengan asma Nya tidak bermadharat sesuatu baik(yang ada) di bumi maupun (yang ada) dilangit, wahai dzat yang maha hidup lagi maha kekal abadi), maka tidak akan berbahaya bagimu sesuatu penyakit walaupun penyakit itu berat.
Dibaca sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan ditimpa oleh sesuatu kejahatan ". ( H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi )

2. Membaca dua ayat terakhir surat al Baqarah di malam hari
Dari Abu Mas'ud Albadri r.a. dari Nabi s.a.w. beliau bersabda : " Barang siapa membaca dua ayat terahir surat Al Baqoroh, pada waktu malam niscaya ia telah tercukupi ". (H.R. Bukhari Muslim)
Maksud tercukupi adalah telah terjaga dari sesuatu yang tidak diinginkan pada malam itu, dari bahaya yang mengancam pada malam itu. Dua ayat terahir tersebut adalah ayat 285 dan 286.
"Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya.
(mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan : " Kami dengar dan Kami taat ". (mereka berdoa) : "Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.
(mereka berdoa) : " Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir ".

3. Dengan memperbanyak shodaqah
''Sesungguhnya shodaqoh itu benar benar akan memadamkan kemurkaan Rabb   (Tuhan ), dan mencegah dari kematian yang buruk ".  ( H.R. Tirmidzi )
Begitu mudah dan indah agama memberi tuntunan, praktis tidak merepotkan. Tanpa berbuat yang aneh dan menggelikan, cukup rasional dan bermanfaat bagi kehidupan. Jiwa akan mantap dan tenang karena menghadap dan berharap kepada Dzat Yang Maha Kuasa. Hartapun tak berhamburan sia sia, karena tersalurkan kepada kaum lemah, yang akan berhikmah menjadi barokah, karena do'a yang dipanjatkan oleh para dhu'afa ( kaum lemah ) yang dapat santunan berupa shodaqoh yang diterimanya. Subhaanallah.              
                               
MUTIARA DO'A
MOHON DIHINDARKAN DARI KESESATAN

" Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah Maha pemberi (karunia) ". (Q.S. Ali Imran 8)
      

 

PERGAULAN SUAMI ISTRI


"Kaum laki laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka ( laki laki ) atas sebahagian yang lain ( wanita ), dan karena mereka ( laki laki ) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang sholihah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya (meninggalkan rumah, tidak taat), maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar. ( Q.S. An Nisaa' 34 )

Begitu indah Allah menata pergaulan suami istri secara rinci dalam firman Nya, bila aturan ini ditaati, Insyaa Allah rumah tangga akan bahagia.

MEMPERGAULI ISTRI DENGAN BAIK
Kewajiban pertama seorang suami terhadap istrinya ialah memuliakan dan mempergaulinya dengan baik, menyediakan apa yang dapat ia sediakan untuk istrinya yang akan dapat mengikat hatinya, memperhatikan dan bersabar apabila ada yang tidak  berkenan dihatinya.

“Bergaulllah dengan mereka (istrimu) secara patut. Apabila kamu tidak menyukai mereka ( bersabarlah ) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu tetapi Allah menjadikan padanya (yang tidak kamu sukai) kebaikan yang banyak ”. ( An Nisa’ 9 )

NILAI SUAMI TERGANTUNG SIKAPNYA TERHADAP ISTRI

Rasulullah s.a.w. bersabda :
“Mu’min yang paling sempurna imannya ialah orang yang paling baik pekertinya dan sebaik baik kamu adalah orang yang paling baik terhadap istrinya”.
Rasulullah s.a.w. bersabda :
“Tidaklah orang akan menghormati istrinya melainkan orang yang mulia dan tidaklah orang akan menghinakan istrinya melainkan orang yang tercela”.

MENASEHATI
Diantara kewajiban suami terhadap istri adalah menasehati.

Rasulullah s.a.w. bersabda :
“Nasehatilah kaum wanita dengan baik, karena mereka (seperti) diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas, kalau engkau luruskan dengan paksa ia akan patah dan kalau engkau biarkan ia akan tetap bengkok selamanya ”. ( H.R. Bukhari dan Muslim )

MENJAGA ISTRI
Di samping berkewajiban mempergaui istrinya dengan baik maka suami juga wajib menjaga martabat dan kehormatan istrinya, mencegah istrinya jangan sampai hina, jangan sampai istrinya berkata jelek, inilah kecemburuan yang disukai Allah.
Rasulullah s.a.w. bersabda :
“Allah itu cemburu dan manusia juga cemburu, kecemburuan Allah ialah apabila ada hamba Nya yang melanggar larangan Nya ”.  (H.R. Bukhari)

Apabila seorang laki laki diwajibkan cemburu kepada istrinya (jangan sampai diganggu pria lain) maka ia juga harus adil dalam cemburunya, harus obyektif, jangan berburuk sangka, jangan keterlaluan mengikuti setiap gerak gerik istrinya dan tidak boleh mencari cari aib istrinya, karena akan merusak hubungan suami istri dan akan melenyapkan rasa kasih sayang.
Rasulullah s.a.w. bersabda :
“Cemburu itu ada yang disukai Allah dan ada yang dimurkai Allah. Adapun yang disukai Allah yaitu cemburu karena ada kecurigaan, sedang cemburu yang dimurkai Allah ialah cemburu tanda adanya sebab yang mencurigakan ”.

MENCAMPURI ISTRI
Jumhur Ulama dan yang paling terkemuka ialah Ibnu Hazm berpendapat bahwa mengumpuli istri itu wajib, sekurang kurangnya sekali pada setiap kali suci dari haid kalau suaminya sanggup. Apabila suami tidak melakukannya dianggap maksiat berdasarkan firman Allah : “Maka apabila telah suci (dari haid) maka datangilah mereka dengan cara seperti yang diperintahkan Allah ”. ( Al Baqarah : 222 )

Menurut  Imam Al Ghazali, sebaiknya mendatangi istri empat malam sekali, karena seorang laki laki boleh kawin sampai empat, maka empat hari dijadikan sebagai batas seorang perempuan untuk mendapatkan giliran untuk dicampuri. Boleh juga ditambah atau dikurangi menurut kemampuan dan kesukaan suami istri.
Dalam riwayat lain diterangkan bahwa seorang perempuan datang mengadukan perihal suami yang tidak pernah menidurinya, siang puasa malam tahajjud. Umar menunjuk Ka’ab Al Asadi untuk menyelesaikan pengaduan wanita tersebut.
Kemudian Ka’ab memerintahkan kepada suami perempuan itu : “ Bahwa Allah azza wajalla menghalalkan seorang laki-laki untuk kawin dengan dua tiga atau empat orang perempuan, maka tiga malam dapat kamu pergunakan untuk mengabdi Tuhanmu ”.
Keputusan Ka’ab itu sangat dikagumi oleh Umar, kemudian Umar mengangkatnya sebagai hakim di negeri Bashrah.

ADAB DAN DO’A BERSENGGAMA
Pada waktu akan bersenggama disunnahkan untuk membaca bismillah dan meminta perlindungan dari Allah. Seyogyakan menutup tubuhnya pada waktu bersenggama, sebab Islam mengajarkan agar pemeluknya selalu menutup aurat dalam keadaan bagaimanapun kecuali kalau ada keperluan yang mengharuskan untuk membuka aurat.
Diriwayatkan ada seorang laki laki datang kepada Rasulullah s.a.w. ia berkata : “ Ya Nabiyullah, aurat kami mana yang harus kami tutup dan mana yang boleh kami biarkan terbuka.
Nabi s.a.w. bersabda : Jagalah auratmu kecuali terhadap istrimu atau budakmu. Laki laki itu bertanya : kalau bersama orang laki laki ? Kalau dapat (diusahakan) tidak dilihat maka jangan sampai auratmu terlihat. Bagaimana kalau sendirian ? jawab beliau : Allah lebih patut untuk menyebabkan kita malu dari pada manusia ”. ( Riwayat Tirmidzi )

JANGAN TELANJANG
Dalam sebuah hadits diterangkan bahwa boleh membuka aurat sewaktu bersenggama, tetapi tidak boleh dengan telanjang bulat. Rasulullah s.a.w. bersabda : “ Apabila kamu mendatangi istrimu hendaknya berselimut, janganlah bertelanjang seperti himar”. (Riwayat Ibnu Majah )

Riwayat lain mengatakan : “ Janganlah kamu bertelanjang karena engkau selalu ditemani oleh yang tidak pernah berpisah denganmu kecuali sewaktu kamu berada dikakus dan sewaktu orang mendatangi istrinya, malulah engkau kepada mereka (para Malaikat) dan hormatilah mereka ”. ( Riwayat Tirmidzi )
Aisyah r.a berkata : “ Rasulullah s.a.w. tidak pernah melihat auratku dan aku tidak pernah melihat auratnya ”.

LARANGAN MENCERITAKAN RAHASIA KAMAR
Menceritakan tentang hubungan suami istri di tempat umum berlawanan dengan muru’ah dan sopan santun Islam. Sebaiknya dihindari selama tidak diperlukan. Apabila diperlukan untuk menceritakannya (misalnya untuk keperluan pengobatan) maka tidaklah mengapa. Pernah seorang perempun menuduh bahwa suaminya tidak mampu menggaulinya maka suaminya membantah; Ya Rasulullah sungguh goyang goyangkan dia seperti saya menggoyang kulit.

JAHAT
Menyebar luaskan cerita tentang hubungan suami istri di tempat tidur diharamkan oleh agama. Rasulullah s.a.w. bersabda : “Sejahat jahatnya orang di sisi Allah nanti di hari kiamat ialah sorang laki laki yang bersetubuh dengan istrinya kemudian menceritakan tentang rahasianya ”. (Riwayat Ahmad dari Abi Sa’id )
Suatu ketika Rasulullah s.a.w shalat, sesudah salam beliau menghadap kepada jama’ah dan bersabda : Tetaplah ditempatmu, apakah ada di antara kamu yang mendatangi istrimu, menutup pintu dan memasang tirainya kemudian keluar dan bercerita : Aku telah berbuat demikian dengan istriku, saya lakukan demikian dengan istriku.

Para sahabat diam kemudian Rasulullah s.a.w. menghadap kepada kaum wanita. Beliau bertanya apakah diantara kalian ada yang menceritakan ? Kemudian anak perempuan Ka’ab menarik salah satu lututnya, ia bangkit agar dilihat dan didengar oleh Rasulullah s.a.w. Anak perempuan itu berkata : Demi Allah orang laki laki suka mengatakannya dan orang perempuan juga mengatakannya.

Rasulullah s.a.w. bersabda : “ Tahukah kamu seperti apakah mereka yang suka  berbuat demikian ? Orang yang berbuat seperti itu adalah seperti setan laki laki dan setan perempuan, salah seorang di antara mereka mendatangi temannya untuk memuaskan nafsunya dan orang orang pada melihatnya ”. (Riwayat Ahmad dan Abu Daud )
Begitu rincinya agama mengatur pergaulan suami istri, bila aturan yang suci ini dipegang teguh, Insyaa Allah rumah sakinah, mawaddah warohmah akan tercipta, Amin.

 Sumber :  buletinjumatalhakim

Sunday, April 24, 2016

ORGAN TUBUH MENJADI SAKSI




oleh : H. M. FARID ANWAR

"Kamu sekali sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan ".  ( Q. S . Fushilat 22 )

Atas Kebesaran dan Kemurahan Allah, manusia diberi organ tubuh yang lengkap dan sempurna, bahkan bentuk manusia paling baik dibanding dengan makhluk ciptaan Allah lainnya.
 " Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik baiknya " . ( Q.S. At Tin 4 )

PENDENGARAN BERFUNGSI DULU

Berkat ketinggian dan kebenaran Al Quran, ketika bayi lahir kedunia perlengkapan tubuh yang berfungsi terlebih dahulu dirinci secara urut sebagai berikut :

"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur ".  ( Q. S. An Nahl 78 )

Telinga yang berfungsi untuk mendengar, difungsikan terlebih dahulu oleh Allah, bahkan ketika bayi masih dalam kandungan. Telinga merupakan organ yang tak pernah istirahat, walaupun semua organ dalam keadaan istirahat ( tidur ). 
                                          
Maka Jika terdengar suara maka spontan tubuh akan terbangun, tetapi jika fungsi telinga terhenti, maka hiruk-pikuk disekitarnya tidak akan dapat membangunkan tidurnya, sebab alat pendengaran (telinga) tidak bisa menerima sinyal suara.

TELINGA SELALU SIAGA
Beda dengan mata yang membutuhkan cahaya untuk bisa melihat,  sedang telinga tidak. Maka dalam keadaan gelap, mata tidak bisa berfungsi walaupun mata tidak rusak. Sedangkan telinga selalu mendengar, baik siang maupun malam, dalam gelap maupun terang. Maka telinga tidak pernah tidur dan tidak pernah berhenti berfungsi.

KEISTIMEWAAN TELINGA
Ketika Allah Ta'ala menyebutkan kata "pendengaran" dalam Al-Qur'an, selalu didahulukan dari penglihatan. Sungguh ini merupakan satu mu'jizat Al-Qur'an yang mulia. Karena pendengaran adalah organ manusia yang pertama kali bekerja ketika hadir kedunia.

Maka saat pertama kali bayi lahir, ia bisa mendengar, beda dengan mata. Pendengaran adalah organ yang pertama kali mempengaruhi organ lain bekerja, maka ketika mendengar suara, ia kaget dan menangis. Beda dengan ketika ada gerakan didepan matanya, maka bayi tidak bergerak sama sekali (tidak merespon).

Ketika manusia tidur, semua organ tubuhnya istirahat, kecuali pendengarannya. Jika ingin membangunkan dari tidurnya, tidak bisa hanya dengan memberikan aba aba didepan matanya, karena mata tak akan merespon. Tetapi jika ada suara berisik di dekat telinganya, maka bisa membuatnya terbangun seketika. Telinga adalah penghubung antara manusia dengan dunia luar.

Allah Ta'ala ketika ingin menyelamatkan dan menunjukkan kekuasaanNya, maka ashhabul kahfi ditidurkan selama 309 tahun, dengan cara menutup telinganya.

"Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu ". ( Q.S. Al Kahfi 11 )

"Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun ".     
 ( Q.S. Al Kahfi 25 ) 
                                                         

JADI SAKSI DAN MELAPOR

Berkat Kekuasaan dan KebesaranNya anggota tubuh yang dianugerahkan, tidak hanya bisa mendengar, melihat dan merasa, namun ikut merekam apa yang telah diperbuatnya !. Bahkan kelak akan berbicara dan melapor kepada Allah, Subhaanallah.

"Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka : " Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami ? ", kulit mereka menjawab : " Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai ( pula ) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepadaNyalah kamu dikembalikan ". ( Q. S. Fushilat 20-21 )

Kelak sebelum anggota tubuh melapor kepada Allah tentang hal hal yang telah diperbuatnya ketika didunia, maka berhati hatilah dalam memanfaatkan organ tubuh !. Dengan selalu melaksanakan tuntunan dan menjauhi laranganNya, dan suka memohon  ampun terhadap kesalahan yang telah diperbuatnya.

TIDAK BISA MENGELAK
Begitu ketatnya Allah mengawasi prilaku manusia, sehingga manusia tidak bisa mengelak terhadap apa yang telah diperbuatnya.

"Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan ".   ( Q.S . Fushilat 22 )

Bahkan tidak hanya organ tubuh yang merekam, masih ada sistim lain untuk memperketat sistim pengawasan, dengan menugaskan dua malaikat  khusus yakni : Roqiib dan 'Atiid.
Malaikat adalah makhluk khusus yang tak punya nafsu, tak punya kepentingan dan tak membutuhkan materi, semata mata hanya tunduk pada perintah Allah.

"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat pengawas ( Roqiib ) yang selalu hadir ( 'Atiid ) ".
( Q. S. Qoof 18 )
                                                                                           
Begitu canggih dan ketat pengawasan Allah, sehingga benar benar akurat !. Sehingga manusia tidak bisa mengelak dari apa yang telah diperbuatnya!.                                          

AKAN DITANYA !

Maka organ tubuh yang telah diterima dan dipakai selama hidup, pada hakekatnya merupakan pinjaman, yang akan diminta pertanggung jawabannya, maka berhati hatilah dalam memanfaatkannya, karena kelak akan ditanya !.
Khususnya dalam hal beribadah, harus selalu berpegang pada tuntunanNya,   jangan asal beribadah tanpa dasar ilmu agama.  
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya ".  ( Q.S. Al Israa' 36 )

BELUM TERLAMBAT
Kiranya sudah cukup lama kita menikmati pinjaman Allah, berupa organ tubuh yang begitu canggih dan istimewa !, namun sudahkah menyadari bahwa kelak akan ditanya dan diminta pertanggung jawabannya.
Maka mari berpandai pandai dalam memanfaatkan, pakailah hati ( iman ) sebagai dasar pertimbangan dalam setiap tindakan !. Sebelum kelak diperhitungkan, agar tidak menyesal dihari kebangkitan.